- Musrenbang Desa Long Sule Rumuskan Prioritas Pembangunan Tahun Anggaran 2027
- Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir dan Pemerintah Desa Data Dian Gelar Kerja Bakti Bersama Dukung Prog
- Akses Transportasi Udara Masih Menjadi Andalan Warga Pedalaman Perbatasan Kayan Hilir
- Program Pengadaan Alat Berat Kecamatan Kayan Hilir Percepat Perbaikan Jalan dan Jembatan Data Dian
- Alat Berat Kecamatan Sungai Boh Dukung Perbaikan Jalan dan Jembatan untuk Kelancaran Perjalanan Romb
- AUDIT KETAATAN DI LINGKUNGAN KANTOR CAMAT KAYAN HILIR
- Perogram Alat berat Bupati dan Wakil Bupati Malinau wujudkan pembangunan jalan tani desa Data Dian
- Resmi, Jabatan Kepala Desa Long Pipa Diserahterimakan kepada Penjabat Baru
- Desa Long Metun Gelar Penyampaian LKPPDes Tahun Anggaran 2026
- Desa Sungai Anai Menjadi Desa Pertama yang Menyelenggarakan LKPPDes di Kecamatan Kayan Hilir
Musrenbang Desa Long Sule Rumuskan Prioritas Pembangunan Tahun Anggaran 2027

LONG SULE, KAYAN HILIR – Pemerintah Desa Long Sule melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) Tahun 2026, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pemerintah desa bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menyusun serta menetapkan berbagai usulan prioritas pembangunan yang akan diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2027.
Pelaksanaan Musrenbang Desa Long Sule menjadi bagian penting dari
tahapan perencanaan pembangunan yang dilaksanakan secara partisipatif, dengan
melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Forum tersebut
diharapkan mampu menghasilkan usulan pembangunan yang benar-benar berdasarkan
kebutuhan masyarakat serta kondisi dan karakteristik wilayah Desa Long Sule.
Desa Long Sule menjadi desa pertama dari lima desa di wilayah Kecamatan
Kayan Hilir yang melaksanakan Musrenbang Desa Tahun 2026. Pelaksanaan lebih
awal ini diharapkan dapat memberikan waktu yang cukup bagi pemerintah desa
untuk menyusun dan menindaklanjuti hasil kesepakatan musyawarah, sebelum usulan
tersebut dibawa ke tahapan perencanaan pembangunan pada tingkat Kecamatan Kayan
Hilir dan selanjutnya menjadi bahan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Malinau.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir dan Pemerintah Desa Data Dian Gelar Kerja Bakti Bersama Dukung Prog0
- Akses Transportasi Udara Masih Menjadi Andalan Warga Pedalaman Perbatasan Kayan Hilir0
- Program Pengadaan Alat Berat Kecamatan Kayan Hilir Percepat Perbaikan Jalan dan Jembatan Data Dian0
- Alat Berat Kecamatan Sungai Boh Dukung Perbaikan Jalan dan Jembatan untuk Kelancaran Perjalanan Romb0
- AUDIT KETAATAN DI LINGKUNGAN KANTOR CAMAT KAYAN HILIR1
Musrenbang Desa tersebut dihadiri dan melibatkan unsur Muspika Kecamatan
Kayan Hilir, Pemerintah Desa Long Sule, Badan Permusyawaratan Desa (BPD),
perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan,
serta unsur masyarakat lainnya.
Melalui forum tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan
aspirasi, kebutuhan, dan usulan pembangunan yang dinilai penting bagi kemajuan
desa. Setiap usulan kemudian dibahas dan diprioritaskan berdasarkan tingkat
kebutuhan, urgensi, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan dan kewenangan
pemerintah dalam pelaksanaannya.
Desa Long Sule Miliki Tantangan Geografis dan
Aksesibilitas
Desa Long Sule merupakan desa dengan jumlah penduduk terbesar di
Kecamatan Kayan Hilir. Secara geografis, Desa Long Sule berada berseberangan
dengan Desa Long Pipa. Kedua desa tersebut berada di wilayah perwakilan
Kecamatan Kayan Hilir karena memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat
pemerintahan Kecamatan Kayan Hilir yang berkedudukan di Desa Data Dian.
Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Jarak yang
cukup jauh dari ibu kota kecamatan menyebabkan mobilitas masyarakat maupun
aparatur pemerintahan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Sebagai upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat,
Pemerintah Kecamatan Kayan Hilir menempatkan Kepala Perwakilan Kecamatan Kayan
Hilir, Marjem Anye, S.H., M.H., yang berkantor di Desa Long Sule.
Keberadaan perwakilan kecamatan tersebut diharapkan dapat memperpendek
rentang pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Desa
Long Sule dan Desa Long Pipa. Selain itu, perwakilan kecamatan juga diharapkan
mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan pemerintah desa
dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan
masyarakat, serta pelayanan sosial kemasyarakatan.
Kondisi geografis wilayah pedalaman juga menjadikan transportasi udara
sebagai salah satu sarana utama yang masih diandalkan masyarakat untuk
menghubungkan Desa Long Sule dengan wilayah lainnya.
Dalam melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Long Sule, Camat Kayan Hilir,
Robet Kristian Alber, S.STP., harus menempuh perjalanan menggunakan pesawat
perintis jenis Pilatus yang dioperasikan oleh Susi Air dengan rute Data Dian–Malinau–Long
Sule.
Pesawat perintis dengan kapasitas sekitar enam hingga tujuh penumpang
tersebut menjadi salah satu sarana transportasi yang sangat penting bagi
masyarakat di wilayah pedalaman. Namun demikian, perjalanan udara menuju Desa
Long Sule sangat bergantung pada kondisi cuaca yang menjadi salah satu faktor
penentu kelancaran penerbangan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan konektivitas dan
aksesibilitas wilayah masih menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu
mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan. Kemudahan akses
transportasi akan memberikan dampak yang luas terhadap mobilitas masyarakat,
pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas perekonomian
masyarakat.
Usulan Pembangunan Disusun Berdasarkan
Kebutuhan Masyarakat
Dalam pelaksanaan Musrenbang Desa Tahun 2026, berbagai usulan
pembangunan berhasil dihimpun dan dibahas bersama untuk menjadi bahan
penyusunan prioritas pembangunan Tahun Anggaran 2027.
Usulan tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain pengembangan
sumber daya manusia (SDM), pembangunan dan peningkatan infrastruktur, penguatan
perekonomian masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan desa, serta penanganan
keadaan darurat dan kegiatan yang bersifat tidak terduga.
Pada bidang pengembangan sumber daya manusia, pembangunan diarahkan
untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta
kapasitas masyarakat. Peningkatan kualitas SDM dinilai penting untuk mendukung
kemandirian masyarakat dan mendorong keterlibatan aktif warga dalam pembangunan
desa.
Sementara itu, pada bidang infrastruktur, kebutuhan terhadap pembangunan
dan peningkatan sarana prasarana menjadi salah satu perhatian penting.
Infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas
masyarakat, meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar, serta mendukung
pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman.
Di bidang perekonomian, penguatan potensi lokal dan pemberdayaan
masyarakat diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan serta
kesejahteraan masyarakat. Program pembangunan yang disusun diharapkan dapat
memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Long Sule.
Seluruh usulan yang telah dibahas dan disepakati dalam Musrenbang Desa
selanjutnya akan dituangkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil musyawarah tersebut akan menjadi
bahan untuk dibahas pada tahapan perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan
dan selanjutnya menjadi bagian dari usulan pembangunan kepada Pemerintah
Kabupaten Malinau.
Pemerintah Desa Dorong Partisipasi Masyarakat
Kepala Desa Long Sule, Jarot Irei, bersama jajaran perangkat desa
menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan desa yang melibatkan
partisipasi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan
sangat penting agar setiap program yang disusun benar-benar dapat menjawab
kebutuhan warga. Musrenbang Desa menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan terhadap arah pembangunan desa.
Pemerintah Desa Long Sule juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus
menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pelaksanaan
pembangunan. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pemerintah kecamatan,
dan pemerintah kabupaten dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan
pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan adanya proses perencanaan yang dilakukan secara terbuka dan
partisipatif, diharapkan program pembangunan yang dihasilkan dapat memberikan
manfaat yang lebih luas serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Camat: Musrenbang Menjadi Dasar Penyusunan
Perencanaan Pembangunan
Camat Kayan Hilir, Robet Kristian Alber, S.STP., menyampaikan bahwa
Musrenbang Desa merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan yang
partisipatif, terarah, dan berkelanjutan.
Menurutnya, Musrenbang menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat
untuk bersama-sama mengidentifikasi berbagai kebutuhan pembangunan yang ada di
desa. Aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui forum tersebut selanjutnya
akan menjadi bahan dalam menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan
dan kondisi masing-masing wilayah.
“Musrenbang Desa merupakan bagian penting dalam proses perencanaan
pembangunan. Melalui forum ini, masyarakat dapat menyampaikan secara langsung
berbagai kebutuhan dan prioritas pembangunan yang ada di wilayahnya. Usulan
yang telah disepakati bersama di tingkat desa selanjutnya akan menjadi bahan
dalam proses perencanaan pembangunan pada tingkat kecamatan,” ujar Robet.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah
kecamatan, pemerintah kabupaten, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung
pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedalaman Kecamatan Kayan Hilir.
Menurutnya, kondisi geografis dan aksesibilitas yang menjadi tantangan
tersendiri harus menjadi perhatian bersama dalam menyusun perencanaan
pembangunan. Oleh karena itu, setiap usulan pembangunan perlu disusun
berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta mempertimbangkan tingkat urgensi
dan manfaatnya bagi masyarakat secara luas.
Diharapkan Mendukung Pemerataan Pembangunan
Wilayah Pedalaman
Pelaksanaan Musrenbang Desa Long Sule Tahun 2026 diharapkan menjadi
langkah awal dalam memperkuat proses perencanaan pembangunan yang lebih terarah
dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berbagai usulan prioritas yang telah disepakati diharapkan dapat
memperoleh dukungan dari pemerintah daerah sehingga secara bertahap dapat
direalisasikan pada Tahun Anggaran 2027 sesuai dengan kewenangan, prioritas
pembangunan, serta kemampuan keuangan daerah.
Pembangunan di wilayah pedalaman membutuhkan perhatian dan sinergi dari
berbagai pihak. Tantangan geografis, keterbatasan akses transportasi, serta
jarak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan menjadi faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan pembangunan.
Melalui perencanaan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif,
diharapkan pembangunan Desa Long Sule dapat terus berjalan secara berkelanjutan
dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar,
penguatan perekonomian masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia,
serta pemerataan pembangunan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Kayan Hilir.
Pelaksanaan Musrenbang Desa Long Sule Tahun 2026 juga menjadi bukti
bahwa masyarakat di wilayah pedalaman memiliki komitmen dan semangat yang kuat
untuk terlibat dalam menentukan arah pembangunan daerahnya. Dengan dukungan
pemerintah dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, berbagai prioritas
pembangunan yang telah dirumuskan diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap
dan berkelanjutan.
Hasil Musrenbang Desa diharapkan tidak berhenti pada tahap penyusunan
usulan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui proses perencanaan dan
penganggaran sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dengan
demikian, pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat Desa Long Sule dan Desa Long Pipa serta mendukung terwujudnya
pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kecamatan Kayan Hilir, khususnya di
kawasan pedalaman yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas yang
cukup tinggi.
